Rabu, 06 Desember 2017

A’YAT KHALILI Merekam Jejak Karya dan Perjalanan


Adalah A’yat Khalili, salah seorang penulis kreatif yang lahir di Kampung Telenteyan, Desa Longos, Gapura, 10 Juli 1990. Dalam hal ini secara khusus akan membahas siapa sosoknya, pengalaman dan kerja kreatifnya dalam dunia tulis-menulis. Sebagai pribadi yang lebih banyak muncul di berbagai kompetisi, event, media dan pertemuan-pertemuan nasional dan mancanegara di berbagai kota sampai luar negeri, tentu pembahasan ini bisa menjadi semacam deskripsi sederhana. Melihat aktivitas hidupnya sebagai anak kampung yang telah berkeliling tanah air hingga ke mancanegara dengan hobinya dalam berkarya. Ketekunan dan produktifitas dalam menulis telah mengantarkan sosok anak kampung ini mengenal dunia yang luas dengan berbagai produktifitasnya.
Pada Maret 2014 silam, ia diundang ke mancanegara, Malacca, Ipoh, Perak dan Kuala Lumpur, untuk menghadiri berbagai acara, seminar dan menjadi pemerhati Baca Karya Dunia di Dewan Bahasa & Pustaka Kuala Lumpur, juga penghargaan Anugerah Puisi Dunia NUMERA 2014 yang diterimanya atas terpilihnya tulisan “Selendang Semesta” sebagai hasil releksinya mengenai penari yang mengenalkan tarian Nusantara ke dunia internasional, bernama Rosa Chan. A’yat terpilih sebagai penerima penghargaan itu dengan 15 penulis lain. Dalam penyampaiannya, ia mengungkapkan keterkejutannya menerima penghargaan yang diberikan kepadanya. Kesempatan itu juga adalah momen keduanya untuk sampai ke Negeri Upin Ipin, setelah undangan Sampena Mahrajan Persuratan dan Kesenian Islam Nusantara pada tahun 2011 silam.
***
Sebenarnya menerima penghargaan sudah biasa, karena sejak menjadi pelajar ia memang sudah mempunyai hobi berkarya dan menulis, bahkan sejak kelas Madrasah Aliyah di Annuqayah, sudah terpilih menjadi juara dari 1.700-an peserta untuk menerima penghargaan Pusat Bahasa Depertemen Pendidikan Nasional Jakarta (Depdiknas, 2006) dalam rangka menyemarakkan Bulan Bahasa & Sastra 2006, sekaligus Hari Sumpah Pemuda ke-68. Hari itu, baginya menjadi hari yang paling membahagiakan dalam hidup, bagaimana tidak, bagi seorang anak kampung yang baru duduk di bangku kelas 1 MA dan belum pernah melihat dunia luas, atau tepatnya belum pernah sekali pun keluar kota dan provinsi sendiri, tentu momen itu menjadi hari pertama yang paling mengesankan, bisa mengunjungi ibu kota negara dengan prestasi dan bertemu orang-orang yang selama itu hanya ia kenal melalui tulisan dan namanya saja.
Pengalaman itu berbeda dengan pengalaman seseorang yang pergi tamasya, tour, travelling, atau silaturrahmi ke suatu daerah tertentu. Kebahagiaan mendapat penghargaan dan apresiasi membuat inti dasar kemanusiaan menjadi bangkit dan bergolak. Seorang anak yang belajar dengan malas, kalau sering diperhatikan apalagi diberi sesuatu, semangat dan kerajinannya pasti lebih bertambah. Seorang tukang kerja bangunan, kuli, buruh atau siapa pun, jika upah atau gajinya ditambah, akan lebih berapi-api dalam bekerja. Dan ia yakin, bahwa pemberian motivasi yang paling baik bagi orang lain adalah dengan perhatian, pengertian atau apresiasi terhadapnya. Begitu juga untuknya, itu mungkin adalah buah dari ketekunan menjaga hobi menulis dan berkarya.
Sebulan kemudian dari penghargaan itu, ia mendapat penghargaan dari Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT), Desember  2006. Dalam undangan yang sama di Surabaya, ia diberi kesempatan untuk bertemu dan berkenalan dengan teman-teman dari Gersik, Kediri, Bojonegoro dan Surabaya. Pertemuan dengan banyak teman dari luar daerah menjadi kesenangan tersendiri baginya. Bisa belajar bersama dan menambah komunikasi, mempunyai banyak kenalan dan jaringan. Dan ia yakin sejak saat itu, bahwa menulis akan mengantarkannya mempelajari banyak hal, bertemu banyak hal, termasuk budaya, pengetahuan, adat, perilaku dan bahasa-bahasa yang unik dari daerah lain, yang tidak akan ia dapatkan di daerahnya sendiri. Dari berbagai pertemuan demi pertemuan itulah ia melihat dunia menjadi lebih luas. Dimana-mana seperti mempunyai teman untuk komunikasi dan belajar.

Sampai pada penghargaan Dunia NUMERA, itu semua karena informasi dan komunikasi. Jauh sebelum penerimaan karya untuk Anugerah Numera 2014 ini, seorang wartawan senior di Sabah, mengiriminya pesan untuk mengikuti dan mengirimkan karya rekomendasi ke penghargaan itu. Sampai tak terduga ternyata lolos. Dan tanggal, 20-25 Maret 2014, diundang ke Malaysia untuk menerima penghargaan dan mengikuti berbagai acara Baca Karya Dunia.
Yang terpenting baginya dalam penghargaan dan acara, adalah bertemunya dengan orang-orang dari luar yang sebelumnya hanya tahu nama dan karya. Diskusi dengan mereka seperti memberikan berbagai pengalaman baru, dari cara berbahasa, adat, budaya dan kebiasaan hidup yang berbeda menjadi pelajaran. Selebihnya adalah terus berusaha dan tertantang untuk bangkit dan terus belajar lebih tekun, tidak hanya menulis, tapi juga belajar banyak bahasa di dunia, menurutnya. Berkenalan dengan orang asing baginya, juga salah satu cara memamfaatkan kesempatan itu dengan sering-sering komunikasi dengan mereka.
Mulai sharing pengalaman tulis-menulis, aktivitas hidup, pekerjaan, hobi, impian sampai kepada bahasa. Inilah yang ia katakan, menulis mengantarkan belajar banyak hal, “tidak mungkin kita mengenalkan karya kepada orang di luar sana tanpa tahu bahasa mereka, bukan? So, gunakan relasi sebagai pemantiknya”. Nah, dari pertemuan dan pengalaman bertemu dengan orang-orang berbeda itulah kadangkala sadar dan menyadari, bahwa diluar sana ada orang yang “mungkin” punya tekad dan minat yang sama. Untuk mendukung komunikasi, selalu mengikuti aktivitas Nano World Indonesia (NWI), PPI Oxford, PPE Society dan beberapa group lain yang menghubungkan kepada dunia luar untuk berkenalan dan bertukar pengalaman sampai kepada soal kuliah dan beasiswa.
Dari berbagai gerilya tersebut, jika dihitung, barangkali sudah puluhan karyanya terbit dalam buku bersama. Masing-masing memberikan kesan dan kebahagiaan, yang paling berkesan adalah buku “Sebab Akulah Kata,” Buku pemenang Lomba Menulis Puisi Tingkat SMA/Sederajat Jawa Timur 2007 ini, adalah buku pertama yang  menerbitkan tulisannya yang menjadi juara 1 ketika masih duduk di bangku kelas 1 MA.  “Kaliopak Menari,” Buku rampai cerita selama mengikuti acara Liburan Sastra Pesantren (Berlibur, Berkarya, Bersastra) dari Penerbit Matapena di Kaliopak, Bantul, Jogja, 26-28/08/2008. “Pukau Kampung Semaka,” hasil seleksi Anugerah Batu Bedil Award 2010 oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Tanggamus, Lampung, buku pertamanya berkumpul dengan penulis senior Indonesia, begitu juga dalam buku “Puisi Menolak Lupa,” ia bertemu teman-teman mahasiswa dari berbagai kota yang kelak menjadi sahabat inspiratif baginya. “Indonesia Hari Esok,”buku esai pertamanya yang mendapat penghargaan STAIN Purwokerto (sekarang IAIN) 2012. Tulisan dalam buku “Ibu Nusantara, Ayah Semesta” yang dipilih Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif dan NulisBuku.com sebagai karya terbaik tahun 2012, dan diterbitkan Gramedia Pustaka Utama dan memperoleh rating terfavorit dari goodreaders bidang fiksi. Terus “Cinta Pertama (sahabatkata, Jakarta, 2010)”, kumpulan tulisan cerpen pertama. “Sinar Siddiq (Malaysia, 2012)”, buku kumpulan karya pertama antar penulis manca negara. Ada “Narasi Tembuni (KSI, Jakarta, 2012), “Pancasila, Globabalisasi dan Budaya Virtual (obsesipress, 2014),” dan masih banyak lagi.
Pada tahun 2010 ke atas, ia juga banyak menulis cerita dan esai, baik untuk buku dan event, beberapa juga di media. Untuk tahun 2006-2009, itu masa gila-gilaan menulis puisi dan membombardir media dan lomba. Hasilnya adalah semangat semakin bergolak. Dan penghargaan-penghargaan yang ia terima pun jika dihitung dari yang biasa ke bergengsi sejak 2006-2014, juga sudah berpuluh-puluh, hanya saja sebagian yang diingat, misalnya: Penghargaan Pusat Bahasa Depdiknas Jakarta, November 2006, Penghargaan Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) 2006, Anugerah Piala Walikota Surabaya 2007, Penghargaan STAIN Purwokerto (berturut-turut 4 kali selama 2010, 2012, 2013, 2014), Penghargaan FLP-Kazi Depok 2011,  Penghargaan Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif dan NulisBuku.com 2012, Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia 2013, Penghargaan Piala Mahfudz MD-Lakpesdam NU dan Harian Bangsa 2014, Penghargaan Kampanye Sastra ITB 2014, dan Anugerah Asia-NUMERA Kuala Lumpur 2014, dan maih banyak lagi yang tidak disebutkan.
Berkat dari tulis-menulis itu ia bisa berkeliling dan menghadiri berbagai acara, seminar, diskusi, workshop, dan undangan-undangan lain. Dari pekerjaan sederhana itu, ia menyampaikan bahwa dengan hasil pengalaman yang ia terima itu, bahwa satu-satunya cara untuk menghargai hobi dan impian adalah dengan mempelajari, menekuni keinginan dan membangkitkannya untuk menargetkan pencapaian –“bahwa itu pula yang benar-benar kita inginkan, tidak hanya ada dalam kepala, ada dalam andai atau sekedar merasa cukup biasa saja. Sebab, dunia tidak sesederhana apa yang kita lihat, semuanya butuh dipilih. Katakan tidak, pada apa yang menjadikanmu terbatas belajar, mungkin begitulah caranya kita memulai proses untuk bangkit dan menggebrak diri sendiri. Jadikan semua tempat dan waktu untuk belajar. Selagi itu baik dan mengarah kepada jalan yang lurus, janganlah merasa terbatas untuk belajar kepada siapa pun, kecuali anda adalah orang yang merasa pintar, sehingga semesta yang luas ini menjadi sempit. Jika anda adalah orang pintar hari ini, suatu saat mungkin tidak lagi, karena dunia terus berkembang dan maju, kecuali jika anda mampu menggunakan waktu dan kesempatan sebaik mungkin. Semua orang di dunia tidak mampu melakukan sesuatu yang sempurna, tapi setiap orang diberi kesempatan untuk mengerjakan sesuatu yang terbaik dalam hidupnya” demikian pesannya dalam suatu interview.
Ketika mulai menemukan langkah dan suasana baru tersebut, mulai mengalami satu per satu semua hal di atas, pada dasarnya A’yat masih mengarung diri di sebuah lembaga yang amat sangat ia cinta dan banggakan saat itu. Lembaga yang menjadi pembentuk karakter, ilmu, pengetahuan, kedisiplinan, kerapian, semangat, percaya diri, maju, kreatif, produktif, mandiri dan penuh tatakrama dalam hidup. Tempat diajarkan berbagai ilmu dan pengetahuan. Doa, ikhtiar, motivasi dan inspirasi yang diberikan menjadi aliran darah dan jiwa yang penuh pengabdian. Tak ada kalimat yang cukup pada otak untuk menceritakan semua pengalaman yang ia terima. Kecuali pengabdian tiada henti bagi dua lembaga hidupnya saat masih masa-masa belajar di PP. Mathali’ul Anwar, Pangarangan-Sumenep (2004-2006) dan PP. Annuqayah, Guluk-Guluk (2006-2014).

Jumat, 27 Oktober 2017

Ide Menulis Cerpen Dari Merangkum Film Pendek

Film Pendek via unsplash

Bagaimana kabarnya? Semoga baik ya. Oia, saya yakin kamu sudah baca di blog ini mengenai, 11 cara menemukan ide menulis cerpen. Kali ini saya akan berbagi tips untuk menemukan lebih banyak lagi ide menulis cerpen. Caranya? Mudah kok. Biayanya cuma waktu dan kuota internet aja. Tidak perlu sampai jalan-jalan atau traveling. Tidak perlu juga sampai membeli buku-buku baru. Yaitu, merangkum film pendek.

Film pendek atau short movie sekarang ini lebih mudah kita akses melalui internet. Dulu itu sulit sekali. Karena bioskop masih sedikit dan juga film pendek lebih banyak diputar di perkumpulan pecinta film. Sekarang sudah mudah. Caranya, kamu tinggal ketikkan saja di Youtube, "short movie", maka kamu akan mendapatkan jutaan hasil yang bisa kamu tonton. Kali ini kita akan membedah caranya.

Pertama, Jangan Lupakan Premisnya Bang Raditya Dika.


Raditya Dika emang bukan yang pertama mencetuskan bahwa menulis itu harus memiliki nilai premis yang menjual. Karena dalam perfilman itu sudah hal umum. Tidak banyak diketahui orang karena dianggap itu hal yang wajar. Bukan hal yang spesial. Tapi lebih menariknya, dulu itu hanya untuk film dan sekarang bisa untuk menulis cerpen. Kok bisa?

Dulu, cerpen memang terkesan khas wilayah sastra. Sekarang, cerpen juga sudah masuk budaya baru. Tidak rumit intrik dan polemiknya, tidak banyak hal yang membuat rumit dipahami pembaca, dan lebih pada mengedepankan cerita beralur yang keren ketimbang nilai sastra itu sendiri. Coba cek film pendek dibawah ini ya.


Apa yang bisa kamu rangkum dari film pendek itu? Ingat, pakai premis ya. Sekarang kita coba. Karakter utama adalah malaikat kematian yang mana mengalami hidup layaknya manusia, keinginannya adalah untuk bisa hidup sesuai keinginannya, bebas, tanpa beban, bersenang-senang, tapi ternyata dia mengalami masalah yaitu, dia sendiri mengalami kematian. Bagaimanakah solusinya?

Karena ini film pendek dan kita sudah berhasil mendapatkan premisnya, maka bisa kita buat untuk cerita kita sendiri. Dengan karakter yang cukup unik layaknya malaikat kematian dalam film pendek itu. Seperti superhero misalnya. Perjalanan spiderman yang keinginannya bisa meloncat bebas dari gedung satu ke gedung lain menyelamatkan orang lain tapi malah kena tegur orang lain yang ingin dia selamatkan karena meloncat-loncat antar gedung itu juga membahayakan orang lain. Aneh ya? Tapi bisa jadi cerita kan?

Misalnya lagi, premisnya adalah seorang psikopat yang membunuh bebas dari penjara lalu dia ingin kembali menjadi psikopat. Tapi nyatanya, setelah keluar dari penjara, psikopat bukanlah hal yang asing lagi. Malah jadi pekerjaan dan dibuka lowongannya. Lah, malah tambah aneh nanti ceritanya kan? Tapi ini sudah termasuk ide menulis untuk cerpen. Coba cari film pendek lainnya dan rangkum serta simpulkan apa premis yang bisa kamu dapati.


Kedua, Gabungkan Inti Dua Film Pendek Menjadi Satu Ide Baru


Setelah menonton film pendek diatas, saya coba hadirkan film pendek dibawah ini. Silahkan ditonton dulu. 


Premisnya, seorang pria dewasa menginginkan dia bisa bicara dengan orang lain di dunia ini namun kenyataannya, manusia telah punah dan menyisakan dia sendiri sampai akhirnya dia berhasil menemukan tanda-tanda kehidupan manusia lain setelah melakukan perjalanan dari satu kota ke kota yang lain.

Jika kamu menggabungkan inti cerita dalam film pendek pertama dan kedua, kamu bisa mendapatkan ide menulis cerpen yang baru. Apa itu? Seperti ini.

Malaikat maut merasa kesepian karena setelah manusia mengalami kepunahan dari muka bumi, dirinya menjadi kehilangan pekerjaan hingga akhirnya dia menemukan tanda-tanda kehadiran sisa manusia dan menjadi stalker atas manusia tersebut agar dia tetap bisa bekerja dan tidak merasa bosan.

 Agak gila ya ide ceritanya? Tapi maknyus kan untuk dicoba? Silahkan. Kamu bisa pakai premis yang sudah saya buat untuk ceritamu sendiri. Berbagi premis atau ide menulis juga tidak ada ruginya. Karena setiap orang bahkan dengan premis yang sama sekali pun tetap akan menghasilkan keseluruhan cerita yang berbeda.

Apalagi kalau untuk cerpen. Dengan jumlah kata hingga 2000 dalam satu cerpen sekali pun tetap menarik. Singkat, padat, jelas. Bahkan kalau kamu mau dan berani, bisa menggabungkan beberapa ide menulis dari 3-5 film pendek yang sudah kamu tonton. Kenapa tidak merangkum dari film biasa atau drama atau anime sekalipun? Karena untuk kecepatan waktu.

Film pendek sudah dipastikan bahwa dalam film itu, penonton dipaksa mencari tahu apa pesan yang ingin disampaikan oleh penulis naskahnya. Dengan durasi film pendek yang juga singkat, 5-10 menit saja, kita bisa bermain-main dengan imajinasi. Jika langsung merangkum dari film normal berdurasi 1-2 jam, kita sendiri jelas akan bingung mau ditonjolkan ceritanya yang mana. Ini untuk pemula ya. Untuk kamu yang sudah pernah menulis cerpen, novel yang sudah jadi buku, cara ini mungkin klasik.

Tapi patut untuk dicoba loh. Yuk dicoba. Oia, kalau kamu belum sempat baca artikel sebelum ini, yaitu tips menulis berawal dari premis ala radityadika, bisa di cek dilink yang sudah saya beri barusan.

Selasa, 24 Oktober 2017

Tips Menulis Berawal Dari Premis Ala Raditya Dika

menulis keren itu gimana sih? via unsplash.com

Tips menulis cerita yang keren sudah banyak dijumpai dan diajarkan. Masalahnya banyak yang masih aja cari cara nulis sebuah cerita agar greget. Agar ceritanya sudah dibuat bisa tembus di koran, majalah sampai jadi buku. Atau setidaknya, sudah di posting di platform online, bisa dibaca banyak orang, diberi rating atau nilai yang tinggi dan juga dikomentari dan didiskusikan. Sebelum lanjut, apa metode menulis cerita yang kamu tahu?

Kalau saya yang paling sering ini sudah ada sejak sekolah. Yaitu 5 W + 1 H. Bahkan teori ini bisa diaplikasikan ke berbagai bentuk tulisan. Kecuali ya sastra murni ya, yang seperti puisi itu tidak pakai ini. Tapi cerita pendek, novel, sampai cara menulis artikel, bisa pakai ini. 5 W itu apa saja? What, why, when, who, dan where. Sedangkan 1 H itu apa? How. Teori ini bisa membantumu paling tidak, memberi ancang-ancang agar tidak ngeblank saat nulis. Bingung idenya, bingung jalan ceritanya, sampai bingung karakternya harus seperti apa.

Tapi itu metode umum kan? Benar. Ada metode khusus yang bisa kamu pelajari langsung dari bang Raditya Dika. Cek videonya dibawah ya.

Kenali Premis Untuk Menciptakan Cerita yang Keren


Sudah nonton? Tonton dulu ya, disana dijelasin tidak khusus untuk cara menulis standUp comedy dan juga naskah film. Tapi juga untuk cerita apa saja. Coba cek ya di menit ke 3:37, Radit menjelaskan apa itu premis atau logline.

Premis itu merangkum seluruh isi dari cerita, baik novel, cerpen, atau naskah film, menjadi satu kalimat saja. Dengan konsep seperti berikut,

"Karakter + Tujuan + Halangan"

Kenapa? Ini salah satu cara agar kita gak ngeblank ditengah jalan. Bang Radit juga menjelaskan kalau teori ini bisa digunakan bahkan sampai jadi satu novel dengan halaman ratusan atau cuma jadi cerita yang cuma sepuluh halaman saja. Lebih jelasnya lagi, tiga bagian tersebut akan menjadi tiga babak yaitu seperti ini,

  • Babak 1 = Karakternya sangat ingin
  • Babak 2 = Usahanya
  • Babak 3 = Bisa atau tidak, tercapai atau tidak
Ternyata, gunanya premis ini agar kita tahu cerita yang akan kita buat nanti baik atau tidak. Jadi wajib dan mutlak satu kalimat mencangkup apa sih menariknya cerita itu? Buat premis susah gak? Harus bisa karena kalau kita menulis langsung, menurut insting, dipastikan nanti setelah halaman ke tujuh misalnya dari 9 halaman macet. Atau sudah halaman ke 30, eh, mentok idenya.

Contoh Premis Seperti Apa Ya?


  • Seorang kuntilanak, sangat ingin naik haji, namun gak bisa datang ke travel. (ini premis contoh dari video bang Radit. Masalahnya apa? Masalahnya gimana caranya kuntilanak tersebut meyakinkan orang travel itu kalau dia masih hidup. Nah, terjadilah konflik, adegan. Bahkan nanti ceritanya mau menjadi horor, komedi, bisa karen premis ini).
  • Seorang laki-laki dewasa yang usianya mendekati 30 tahun sangat ingin bekerja, namun satu-satunya pekerjaan yang datang kepadanya adalah menjadi pengirim barang-barang kriminal karena dia sama sekali tidak pernah sekolah. (nah, ini juga bisa, karakter ingin apa, dia telah berusaha seperti apa, lalu, halangannya dari jenis pekerjaannya).
  • Terakhir ya, seorang remaja cewek ingin sekali hidup melewati masa SMAnya dengan tenang, namun suatu hari badannya berubah menjadi cowok. (premisnya menarik loh, ini pernah dan sering diangkat dalam webtoon dan komik Jepang. Karakternya sudah mendapatkan hidup yang normal, tiba-tiba dia berubah menjadi cowok, padahal dia tahu dia cewek, masalahnya ada, halangannya ada, lalu usahanya apa agar dia berhasil meyakinkan teman-temannya bahwa dia itu cowok).
Menarik ya? Ide bisa jadi lebih segar, lebih liar. Intinya premis adalah untuk membuat ide cerita itu jadi lebih kuat, lebih terjual, lebih disukai nantinya telah jadi sebuah cerita.

Adakah premis yang tidak menarik? Banyak. Contohnya begini, seorang remaja cowok bangun pagi dihari minggu ingin makan nasi goreng buatan sang kakak tapi piringnya tidak ada yang bersih. Ini premis standar dan datar. Bisa saja diberi sentuhan komedi atau horor atau apa pun tapi karena terlalu standar dan sering kita temui, kita jadi tidak berminat untuk meneruskan membaca. Karena apa?

Keinginan karakternya itu terlalu sederhana. Kedua, halangan yang juga terlalu sederhana. Ketiga, penyelesaian masalahnya yang juga bisa lebih cepat ditebak. Jadi sekali lagi sebagai penulis, saya pun cukup banyak membuat premis sebagai ide-ide penulis. Tapi tidak semua premis itu harus jadi sebuah tulisan.

Tapi untuk kamu yang belum pernah menulis sama sekali, coba saja buat sebanyaknya premis, dan buat sebanyaknya jadi cerita. Terserah mau jadi cerpen, novel, konten youtube atau apa pun itu, mulailah dari premis. Nanti saya buatkan juga cerita tentang cara menguji premis kita itu bagus, menarik atau tidak sama sekali secara online di artikel berikutnya ya.

Minggu, 19 Februari 2017

Banyak Jalan Menuju Roma, Banyak Cara Agar Naskahmu Dibaca Mereka

Banyak Jalan Menuju Roma, Banyak Cara Agar Naskahmu Dibaca Oleh Mereka
Saat Lelah Menulis via unsplash.com

Siapa yang tidak mau sukses dalam menulis buku? Walau kamu juga tahu hal itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Karyamu terpajang cantik di rak-rak toko buku, dibaca jutaan penggemar, hingga jadi film layar lebar.

Saya tahu bercita-cita menjadi penulis best seller adalah impianmu juga. Membaca artikel ini berarti kamu sadar haus akan pengakuan kalau karyamu memang layak diterbitkan. Semangat luar biasamu itu bisa Saya rasakan sekarang. Tapi hati dan pikiranmu gundah bukan? Saat usiamu terus bertambah angkanya, tapi tak juga satu kayamu yang diterima. Saat puluhan karyamu tak mendapatkan respon berbulan-bulan hingga bertahun-tahun dari penerbit.

Lalu bagaimana? Apakah kamu akan menyerah begitu saja? Jika banyak jalan menuju Roma, banyak juga cara agar karyamu dibaca oleh banyak orang. Saya mencoba menjelaskan, cara termudah untukmu, agar karyamu tak terpendam sia-sia dan terabaikan begitu saja.

Pahami dulu daftar berikut, renungi, lalu menulislah lagi. Saya yakin kamu akan mengerti, mengapa saya menulis ini untukmu.

1. Menulis, Merevisi, dan Ditolak Itu Rasanya Luar Biasa.

Banyak Jalan Menuju Roma, Banyak Cara Agar Naskahmu Dibaca Oleh Mereka
Saat Karyamu Tidak Diterima via unsplash.com

Tergesa-gesa itu hal yang lumrah. Segera ingin karya, naskah, bukumu terpajang di rak-rak Gramedia juga merupakan dambaan setiap orang. Tapi butuh proses panjang hingga sampai kesana. Persaingan tidak pernah mudah. Setelah berhasil sampai di rak toko buku saja, karyamu masih harus bersaing dengan ratusan karya orang lain. Belum lagi harus bersaing dengan karya penulis luar negeri.

Menyenangkan jika kamu tahu rasanya ditolak. Berarti kamu sadar bahwa ada yang salah dengan naskahmu. Tidak perlu egois dan merasa benar sendiri. Karena penerbit punya penilaian khusus terhadap karya yang naik cetak. Perbaiki lagi, revisi lagi, kirim lagi. Begitu terus hingga kamu sadar kualitas tulisanmu akan terus membaik.

2. Indahnya Karyamu Terpajang Ditoko Buku, Sayang Baru Sebatas Angan

Banyak Jalan Menuju Roma, Banyak Cara Agar Naskahmu Dibaca Oleh Mereka
Indahnya Bukumu Terpajang Di sana via unsplash.com

Angan itu indah. Mimpi itu sempurna. Bukumu terpajang di rak Gramedia, lalu melihat seseorang mengambilnya. Saya pernah merasakan itu semua. Angan itu tidak akan pernah menjadi nyata jika kamu berhenti begitu saja. Rasa kecewa luar biasa akhirnya menjadi biasa. Berganti menjadi bahagia luar biasa saat kamu berhasil menembuh meja editor hingga sampai redaksi.

Tidak semua naskah bisa lolos cepat. Bahkan penulis terkenal pun akan mendapatkan perlakuan yang sama. Di penerbit, karyamu bukan sekedar dinilai bagus atau tidak. Tapi juga menjual atau tidak. Kenali karakter dari penerbit tujuanmu. Baca novel, buku, karya penulis yang mereka terbitkan. Semakin sering membaca terbitan mereka, semakin paham bagaimana menulis yang sesuai dengan selera mereka.

3. Kamu Sudah Melakukan Semuanya, Hingga Tak Mampu Mencari Letak Salahmu Dimana

Banyak Jalan Menuju Roma, Banyak Cara Agar Naskahmu Dibaca Oleh Mereka
Kecewa dan Bingung via unsplash.com

Saya juga pernah melaluinya. Tidak ada keadaan sempurna dalam hidup. Begitu juga menjadi seorang penulis. Bahkan jika sudah lolos meja editor, belum tentu lolos meja redaksi. Bahkan jika sudah lolos semua, belum tentu naik cetak. Bisa jadi desain cover bukumu ternyata menjiplak. Kamu sudah perbaiki salahmu, tapi selalu ada penghalang diluar kuasamu.

Kerja keras tidak pernah berbohong. Kegagalanmu akan terbayar cepat atau lambat. Tidak ada penerbit yang ideal. Jika penerbit yang kamu idam-idamkan menerbitkan karyamu ternyata tidak sesuai dengan harapanmu, segeralah pindah. Saya menulis tidak pernah setia di satu penerbit saja. Sudah 3 penerbit berbeda dan saya rasakan perbedaannya. Nikmati dan carilah terus penerbit yang mau menerbitkan karyamu.

4. Kenyataan Itu Pahit, Sadarkah Dirimu Tulisanmu Memang Belum Layak Diterima?

Banyak Jalan Menuju Roma, Banyak Cara Agar Naskahmu Dibaca Oleh Mereka
Saat Karyamu Nyatanya Belum Layak via unsplash.com

Bagaimana ini? Sudah hampir 10 penerbit dalam waktu 3 tahun tidak kunjung juga menerbitkan karyaku. Jika itu yang menjadi fakta hidupmu, cobalah kembali ke toko buku. Lihat judul-judul buku yang terpajang. Lihat rak best seller membahas seputar topik apa saja. Mungkin bukumu memang sulit dikelompokkan masuk dalam kategori apa.

Jika tidak, inilah cara terakhirmu untuk berjuang menjadi penulis.

5. Buka Pikiran dan Hatimu, Karyamu Masih Bisa Dibaca Oleh Penggemarmu

Banyak Jalan Menuju Roma, Banyak Cara Agar Naskahmu Dibaca Oleh Mereka
Menulislah Online via unsplash.com

Terbitkan mandiri. Kamu bisa mengontak nulisbuku.com. Jual mandiri. Memang ini pekerjaan berat. Namun harapanmu tidak akan padamkan? Masih merasa berat bekerja sendiri, terbitkan secara online. Sudah ada storial.co dan wattpad.com. Karyamu selalu mencari jalan keluar. Jika memang belum bisa menjadi penulis yang dibayar, biarkan orang lain secara objektif menilai karyamu.

Pengalaman, di storial, tulisan Saya dinilai oleh banyak penulis. Dikritik habis-habisan. Hingga sadar sebuah karya memang terus menerus harus berkembang lebih baik. Perbaiki dan perbaiki lagi. Jika kamu seorang penggemar novel Indonesia, kamu pasti tahu Aditya Yudhis. Karya Saya pernah diulas olehnya langsung di storial. Kaget dan bahagia, karena karya Saya nyatanya ada penggemarnya. Dan penggemar itu seorang penulis nasional.

Cara terakhir inilah termudah untukmu. Raih popularitas secara online. Banyak buku sekarang juga menerbitkan karya online. Gunakan wattpad atau storial. Jika kamu mau bisa gunakan blog. Apa pun caranya, jalan menuju Roma bukanlah kemustahilan. Karyamu tetap bisa dibaca dan dikagumi banyak orang. Coba resapi, menjadi penulis bukan hal mustahil bagimu kan?

Kamis, 15 Desember 2016

Tutorial Fiksi Pictures Untuk Instagrammu

Nah, seperti janji yang sudah diutarakan pada artikel sebelumnya, saya akan membahas tentang tutorial membuat tulisan fiksi pada sebuah gambar. Tutorial ini sederhana bagi yang tahu. Bagi yang tidak tentu akan kerepotan. Mengapa? Karena harus membuka program atau aplikasi editing desain seperti photoshop dan lainnya yang sama-sama bikin pusing. Belum lagi bingung harus mencari kata kunci di google untuk sebuah gambar. Tutorial ini saya tuntun sampai kamu bisa. Setidaknya jika mengikuti langkah demi langkah, saya yakin kamu bisa. Lalu buatlah yang banyak dan uploadlah di Instagram. Apa cuma di Instagram? Tentu tidak. Bisa di Twitter atau Facebook juga. Langsung saja ya.

Pertama, bukalah CANVA. Seperti gambar dibawah ini. Websitenya, www.canva.com.

Tutorial Fiksi Pictures Untuk Instagrammu
Click Untuk Memperbesar Gambar

Sign Up menggunakan Facebook lebih mudah, jadi lakukanlah dengan login ke Facebookmu terlebih dahulu. Tenang saja, canva termasuk situs terpercaya yang tidak akan melakukan hal apa pun terhadap akun Facebookmu. Jika sudah, ikuti saja prosedur yang ada. Jika berhasil, maka kamu akan mendapati tampilan dashboard canva seperti gambar dibawah ini.

Tutorial Fiksi Pictures Untuk Instagrammu
Click Untuk Memperbesar Gambar

Klik pada create a design. Nantinya akan muncul banyak sekali pilihan design yang bisa kamu buat jika kamu scroll sampai kebawah. Tidak perlu bingung, ikuti langkah pada gambar. Kenapa harus sosial media yang kita pilih? Padahal ada instagram post. Sebenarnya sama saja, hanya saja, ukuran resolusi 800 x 800 bisa diupload nantinya dimana saja. Seperti di Twitter juga. Selain itu juga mengurangi ukuran pada hasil gambarnya nanti agar tidak menghabiskan bandwith saat diupload. Setelah itu kamu akan menemukan menu seperti di bawah ini.

Tutorial Fiksi Pictures Untuk Instagrammu
Click Untuk Memperbesar Gambar

Nah, sudah disediakan layoutsnya tuh, pilih yang berlabel gratis. Lalu ganti kata-katanya jadi kata-kata fiksi kesukaanmu. Bisa juga jadi kata-kata lucu, atau untuk even tertentu semisal untuk iklan di online shopmu juga bisa. Tapi itu masih dengan background foto bawaan. Padahal kita ingin menggantinya menjadi kata-kata yang menarik dalam sebuah gambar yang menarik juga. Lalu bagaimana caranya? Tidak perlu bingung. Setelah memilih layout kesukaanmu maka lakukan langkah seperti gambar dibawah.

Tutorial Fiksi Pictures Untuk Instagrammu
Click Untuk Memperbesar Gambar

Klik panel Element, nantinya akan banyak sekali pilihan. Jangan bingung, pilih saja menu free photos. Akan banyak sekali gambar foto yang disediakan di canva. Tujuanmu adalah menscroll hingga menemukan gambar yang sekiranya tepat dengan tema untuk tulisan fiksimu. Foto itu nantinya akan menggantikan foto pada layout bawaan. Lihat gambar dibawah.

Tutorial Fiksi Pictures Untuk Instagrammu
Click Untuk Memperbesar Gambar

Nah, setelah gambarnya masuk, tinggal kamu atur dan sesuaikan. Tapi sebelumnya, cobalah klik pada tombol arrange pada bagian atas dekat dengan tombol download. Klik beberapa kali hingga gambar itu menghilang dari area layout. Kemudian pilih gambar bawaan layout hingga muncul 4 bulatan seperti pada gambar dibawah dan klik icon tong sampah lalu pilih delete image untuk menghapus gambar bawaan layout. Nantinya akan seperti pada gambar dibawah.

Tutorial Fiksi Pictures Untuk Instagrammu
Click Untuk Memperbesar Gambar

Nantinya gambar akan seperti dibawah, yaitu gambar yang dipilih tadi untuk menggantikan gambar bawaan layout akan kelihatan lagi.

Tutorial Fiksi Pictures Untuk Instagrammu
Click Untuk Memperbesar Gambar

Lalu sesuaikan ukurannya. Sebelumnya, masih pada layout dengan 4 tombol seperti gambar diatas, pilih arrange untuk mengatur posisi layout berada diatas tulisan. Jika ingin mudah, klik saja arrow forward hingga hilang semua komponennya seperti gambar dibawah ini.

Tutorial Fiksi Pictures Untuk Instagrammu
Click Untuk Memperbesar Gambar

Lalu klik lagi pada arrange dan pilih back. Akan muncul seperti gambar dibawah ini lalu tarik gambar yang diatas layout itu dengan menekan klik kanan mouse tahan dan nantinya gambar akan menyesuaikan dengan layout. Seperti dibawah ini.

Tutorial Fiksi Pictures Untuk Instagrammu
Click Untuk Memperbesar Gambar

Nah, akan tersesuaikan dengan sendirinya. Pekerjaanmu hampir berakhir. Sekarang masih pada gambar yang tersesuaikan, silahkan klik lagi arrange dan pilih back hingga tidak bisa lagi dipilih menu back tersebut. Jika sudah ganti kalimatnya sesuai keinginanmu. Silahkan lihat hasil jadinya seperti gambar dibawah ini.

Tutorial Fiksi Pictures Untuk Instagrammu
Click Untuk Memperbesar Gambar

Selanjutnya pilih menu download pada bagian atas. Kemudian pilih sesuai dengan keinginanmu apakah itu PNG atau JPG. Biasanya sih JPG untuk diupload di sosial media. Tapi canva merekomendasikannya PNG. Sama saja, sama-sama bagus hasilnya. Jika sudah yakin memilih format apa, pilihlah dan tunggu mendownloadnya.

Memang sepertinya sulit ya? Ribet, tapi jika terbiasa ini lebih mudah dibandingkan menggunakan photoshop dan lebih meringankan beban kerja laptop atau komputermu tanpa perlu membuka aplikasi editing foto. Selain itu banyak layouts yang terbukti sudah sangat terkenal dan sering dipakai oleh desainer foto quote di seluruh dunia. Nantinya kamu bisa berkreasi dengan berbagai macam foto yang disediakan atau kamu upload milihmu sendiri. Bisa mengganti font yang disediakan dan unik-unik. Serta memberikan element lain seperti grids, frame, illustration, shapes, dan lainnya yang sudah disediakan canva. Mumpung gratis loh. Kreasikan sesuai imajinasimu. Jangan lupa praktek yang banyak dan share tutorial ini ke teman-temanmu ya. Itu baru soal sosmed loh, canva menyediakan banyak layout desain bahkan bisa diprint juga untuk kartu nama dan pelengkap dokumen presentasi.