Minggu, 28 Agustus 2016

5 Alasan Cerpenmu Tak Kunjung Usai

Tags

Tidak cukup hanya dengan niat loh, menyelesaikan cerpen juga banyak kendalanya. Jika kamu punya keinginan kuat untuk bisa menulis novel, maka awalilah dulu dengan menyelesaikan cerpenmu. Setidaknya ada 8 alasan yang sering terjadi pada penulis bahkan untuk penulis profesional sekalipun.

Perfeksionis


Kita tidak lagi hidup di zaman mozart atau sir conan doyle. Tidak lagi memendam naskah tulisanmu di balik laci meja kemudian berharap saat dirimu telah tiada orang lain akan menemukannya dan kamu terkenal. Sekarang malah sebaliknya. Penulis yang baik adalah yang sering menyelesaikan tulisannya.

5 Alasan Cerpenmu Tak Kunjung Usai

Banyak ide hebat melintas di kepalamu. Atau bahkan karaktermu sudah kamu riset sedemikian detailnya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Atau plot ceritamu luar biasa tidak mudah ditebak dan penuh kejutan. Tapi jika tidak selesai karena selalu saja merasa ada yang kurang atau perlu diperbaiki maka lebih baik segera selesaikan ceritamu. Selalu ada celah untuk kritik dan saran di setiap cerita. Karena bagaimanapun kita tidak bisa menghindarinya. Lebih baik kita nikmati saja setiap kekurangan hasil karya yang kita ciptakan.

Tidak Memahami Kelebihan Diri


Alasan ini cukup berbahaya. Sadar atau tidak, kita sering kali mencoba mencari hal-hal yang bukan merupakan kelebihan kita. Di usia berapapun ini sering terjadi. Contohnya, anak SMA yang paham dirinya tidaklah mahir bermain basket memaksakan diri untuk masuk dalam club basket sekolah yang akan ikut pertandingan tingkat daerah. Sebagian dari kamu berpikir itu wajar. Karena tidak ada yang tahu jika tidak mencobanya. Ya, benar. Hanya saja, kenali dulu apakah itu memang benar kelebihan dirinya atau sekedar keinginan dirinya semata.

5 Alasan Cerpenmu Tak Kunjung Usai

Penulis pun begitu. Semenjak tahun 2012 hingga sekarang, cerita humor layaknya standUp comedy begitu laris dipasaran. Banyak juga penulis yang mencoba untuk menulis cerita humor. Lalu apakah benar itu kelebihan mereka? Atau sekedar ikut-ikutan saja. Numpang tenar siapa tahu best seller. Jika kita begitu sering mengikuti keinginan tanpa mau mengenali diri lebih jauh pada kelebihan diri sendiri maka kita hanya membuang-buang waktu.

Cepat Menyerah Karena Cerita Berhenti di Tengah Jalan


Kamu sudah yakin ide tulisanmu, karakter, dan plotnya. Lalu kamu juga mengenali kelebihanmu, semisal di cerita cinta atau romansa remaja SMA. Hanya saja, baru bab 5 kamu sudah kehabisan ide. Padahal kamu harus menyelesaikannya di bab 10. Lama mencari ide hinggar berhari-hari membuatmu tidak bersemangat lagi dan memutuskan berhenti menulis. Kamu tidak sendirian mengenai alasan ini.

5 Alasan Cerpenmu Tak Kunjung Usai

Sayapun demikian. Lalu bagaimana? Jawabannya satu. Selesaikan saja. Mungkin dari bab 6 hingga ke 10 tulisanmu benar-benar hambar. Tidak dinamis, monoton, dan kaku. Atau sebaliknya endingnya tidak menarik. Ya, semua penulis menghadapinya. Tapi lebih baik diselesaikan karena setelah selesai kita bisa merevisi atau memperbaiki bab-bab dalam ceritamu yang kurang menarik. Selain itu, cobalah untuk rehat dengan tetap beraktivitas mencari ide dimanapun kamu berada.


Membandingkan Karyamu dengan Karya Orang lain


Cerpen adalah awal dari novel. Dengan konsisten menulis cerpen maka kamu bisa menulis novel dengan mudah. Cerpen tidaklah lebih dari 5 sampai 7 halaman saja. Saat kamu terbiasa menyelesaikan berbagai cerpen yang berdurasi singkat, maka kamu tidak akan kehabisan semangat saat harus menulis novel yang berdurasi panjang. Sebelum beranjak lebih jauh ke novel, kenali karyamu dulu. Cerpenmu mungkin terlihat standar dibandingkan milik orang lain. Namun ingatlah bahwa cerpenmu adalah karyamu yang telah selesai.

5 Alasan Cerpenmu Tak Kunjung Usai

Tidak ada gunanya membandingkan hasil karyamu pada orang lain. Dirimu tidak sedang berkompetisi. Jika terus mengikuti hawa nafsu untuk lebih baik daripada orang lain maka dirimu sendiri akan lelah. Ingat, tidak selamanya karya orang lain yang kamu kagumi selalu bagus hasilnya. Semua pendapat itu relatif. Alangkah baiknya memperbaiki terus cerpenmu dari pada membandingkan siapa yang lebih baik. Bandingkanlah karyamu saat ini dengan karyamu yang sudah-sudah. Itu jauh lebih bisa meningkatkan kualitas karyamu.

Mengedit Sebelum Selesai


Berbeda dengan perfeksionis. Jika perfeksionis maka kamu akan sering berganti judul dan memulai yang baru padahal tulisanmu yang sebelumnya belumlah selesai. Jangan pernah mengedit cerita yang belum selesai. Editlah setelah selesai. Jika sekedar tanda baca tidak masalah. Tapi jangan sampai masalah diksi, dialog, kalimat yang menjelaskan latar juga sering diedit. Mengedit membutuhkan energi yang tidak sedikit. Jika melakukan kedua hal sekaligus, menulis dan mengedit, maka semakin panjang waktu yang dibutuhkan. Akhirnya malah tidak selesai juga tulisanmu.

5 Alasan Cerpenmu Tak Kunjung Usai

Kelima alasan diatas harus diperhatikan. Apakah ada salah satunya yang sering kamu alami? Jika ya? Segera hentikan dan teruskanlah menulis hingga selesai. Karya yang baik adalah karya yang selesai. Karya yang fenomenal adalah karya yang ditulis dari ribuan pengalaman karya yang baik yang telah diselesaikan sebelumnya. Semangat menulis cerpenmu ya!

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon