Kamis, 25 Agustus 2016

5 Teknik Menulis Paragraf Pertama Cerpen

Tags

Mengapa banyak orang sulit sekali menulis cerpen ataupun novel? Banyak sekali alasan dan jawaban untuk menjelaskannya. Namun ada satu benang merah yang sama, semua orang sulit menulis karena sulit mengawali paragraf pertama. Ya, paragraf pertama adalah awal dari keseluruhan cerita. Banyak pembaca akan meneruskan apa yang dibaca setelah membaca paragraf pertama. Jika paragraf pertama itu baik, maka minat pembaca akan meningkat untuk menyelesaikan keseluruhan isi cerita. Tapi jika tidak, tamat sudah.

5 Teknik Menulis Paragraf Pertama Cerpen

Inilah yang terjadi di toko buku. Novel atau kumpulan cerpen bersaing dengan cara merayu pembaca di awal paragraf. Pembaca akan sangat menimbang-nimbang buku mana yang akan mereka pilih dan beli dari paragraf awal. Pembaca sangat selektif. Tidak akan membuang uang mereka percuma untuk cerita yang tidak menarik. Bahkan penulis best seller masih terus bersaing untuk tetap memberikan paragraf pertama yang mengagumkan. Nah, di artikel ini, saya akan mengajak kamu untuk belajar teknik menulis paragraf pertama cerpen.

Gunakan Adegan Tidak Biasa


"Aku mencium keningnya yang pucat. Dinginnya shubuh menusuk tulangku. Suaraku tertahan tak mampu lepas dari kerongkongan. Air mataku telah menjadi sungai. Tubuhnya membeku dalam pelukanku."

5 Teknik Menulis Paragraf Pertama Cerpen

Contoh paragraf diatas adalah awal cerita spontan yang saya buat. Karena saya termasuk orang yang mudah menuliskan cerita thriller atau horror, maka dipastikan adegan diawal cerita mampu menarik minat pembaca. Kamu juga bisa memulainya, tanpa harus menggunakan paragraf yang mudah ditebak dan membosankan. Cobalah, buat adegan yang tidak biasa, hindari adegan karakter sehari-hari. Seperti bangun tidur, makan, cuci muka, adalah adegan biasa. Memang bisa asalkan kamu mengubahnya ditengah paragraf. Layaknya plot twist. Lihat contoh dibawah ini.

"Dering jam membangunkanku. Mataku berkedut, aku terkesiap ternyata sudah jam 8 pagi. Sepi. Aku melangkah menuju jendela kamarku. Matahari yang samar menerobos masuk, aku terbelalak. Api dimana-mana. Aku terjatuh terduduk. Kupaksakan memejamkan mata. Semoga ini hanya mimpi."

Seperti yang saya katakan, pembaca cenderung bosan dengan adegan bangun pagi. Tapi saya mengubahnya di akhir paragraf dengan kenyataan yang tidak disangka karakter utama. Cukup mudah jika kamu mencobanya terus dengan adegan yang berbeda-beda.

3 Kata Ajaib A.S Laksana


Penulis tenar A.S Laksana memberikan tips melalui bukunya. Saya mengamini bahwa tips yang diberikan beliau ampuh untuk menciptakan paragraf pertama cerpen menjadi luar biasa tidak tertebak. Ya, dengan menggunakan 3 kata ajaib. Pilihlah kata bebas, baik kata kerja atau benda yang tidak berhubungan sama sekali antara satu dan lainnya. Ambillah majalah atau koran atau lihatlah berita di internet dan ambil 3 kata acak. Lihat contoh dibawah.

Koridor - Teman - Penyakit. Koridor sekolah tampak lengang. Tak satupun kudengar jerit tawa dan senda gurau. Mataku berkunang-kunang. Sudah sejak pagi kulewatkan sarapan begitu saja. Andro, teman baikku memintaku untuk menyusulnya ke UKS. Aku bergegas. Kubuka pintu UKS. Senyum Andro menyambutku hangat. "Ada yang ingin kukatakan padamu." Bulu kudukku berdiri. Firasat tidak menyenangkan menyergap punggungku. Aku tak membalas ucapannya. "Aku mungkin akan mati sebentar lagi. Maaf, ini karena penyakitku."

5 Teknik Menulis Paragraf Pertama Cerpen

Lihat? Mudah bukan. Koridor tidak berhubungan dengan teman. Tentu bisa saja koridor rumah sakit jika bukan sekolah. Teman juga tidak berhubungan dengan penyakit. 3 kata ajaib secara ajak yang tidak berhubungan ini bisa digunakan jika aturannya tepat. Gunakan kata pertama untuk mengawali kalimat pada paragraf. Gunakan kata kedua untuk mengisi pertengahan paragraf. Dan gunakan kata ketiga untuk mengakhiri paragraf. Jika kamu melakukannya dengan tepat. Maka paragraf pembuka cerpenmu akan luar biasa menarik.

Pinjam Kalimat Pembuka Cerita Orang Lain


Kita hanya meminjam. Isi paragraf pertama tetap harus berbeda. Saya ambil contoh cerpen karya Dewi Lestari berjudul Cinta Tak Bertuan. Kalimat pembukanya saya tebalkan sebagai penanda saya meminjam kalimat tersebut. Lihat contoh dibawah.

5 Teknik Menulis Paragraf Pertama Cerpen

Sepanjang hidup, kita seolah tak berhenti berusaha menaklukkan cinta. Aku menghela nafas untuk keseratus kalinya. Ucapanmu masih menggantung di pikiranku. Alasanmu orangtuamu tidak menginjinkan pernikahan kita. Kutarik gelas kaca berisi kopi pekat asal aceh. Aromanya bahkan tidak mampu mengusir kecewaku. Ini sudah keempat kali aku maju menemui orangtuamu. Itupun karena pintamu. Pertama kali gagal karena aku harus menjadi sarjana. Kedua kali gagal karena aku harus menyandang pekerjaan terpandang. Ketiga kali gagal karena aku harus memiliki tempat berteduh sendiri. Ini keempat kali dan gagalku karena orangtuamu ingin cucunya nanti terlahir putih. Aku terkekeh. Rasanya dada ini sudah sesak ingin membalaskan dendam pada keluargamu.

Bagaimana? Jelas tidak samakan? Inilah mengapa, beberapa kalimat pertama dari penulis luar biasa selalu bisa kita gunakan untuk mengawali paragraf pertama cerpen kita sendiri. Teknik ketiga ini memang tepat digunakan jika kamu sudah kehabisan ide dan kedua teknik sebelumnya menemukan banyak kendala.

Cari Kegelisahanmu Atau Kegelisahan Orang Lain


Cara ini selalu dianjurkan oleh Raditya Dika. Kegelisahan adalah emosi negatif yang selalu mampu membuat orang lain penasaran. Bisa saja kita menuliskan dari rasa bahagia. Tapi tidak semua orang mendapati rasa bahagia yang sama kan? Tapi sebaliknya, setiap orang dipastikan mengalami kegelisahan yang serupa. Tidak persis sama sih, tapi setidaknya mirip. Contohnya kegelisahan atas cinta. Tentu kegelisahan cintamu dengan teman baikmu berbeda. Kegelisahan cinta yang dialami cowok dan cewek berbeda. Kegelisahan cinta yang dialami anak SMP dengan SMA juga berbeda.

5 Teknik Menulis Paragraf Pertama Cerpen


Tidak ada yang bisa saya berikan contoh pada bagian ini. Namun semua buku novel atau pun cerpen baisanya mengawali paragraf pertama dengan kegelisahan karakter utama mereka. Nah, sekarang saatnya kamu mencoba. Cari kegelisahan yang kamu rasakan atau temanmu rasakan. Jadilah teman curhat mereka. Maka kamu akan mendapatkan ide untuk menulis cerpen.

Singkat Padat Jelas


Cerpen memang bisa dikembangkan menjadi sebuah novel. Namun cerpen biasanya tidak lebih dari 7 halaman HVS. Bahkan beberapa penulis termasuk saya memaksimalkan hanya 5 halaman saja. Artinya, cerita yang kita buat dalam cerpen haruslah singkat, padat, jelas. Dalam cerpen, karakter utama tidak bisa begitu saja digambarkan secara utuh. Baik fisik maupun kepribadiannya. Begitu juga dengan cerita. Cerpen biasanya memiliki konflik atau masalah yang tunggal. Sehingga awal paragraf dari cerpenmu setidaknya mampu menjelaskan sampai 50% inti cerita.

5 Teknik Menulis Paragraf Pertama Cerpen


Selebihnya bisa kamu atur seberapa cepat plot atau alur cerita itu mengalir. Jika di awal cerpen tidak sampai 50% tidaklah masalah. Misalkan hanya 30% saja. Tapi usahakan untuk segera mencapai setelah dari keseluruhan cerita. Jika tidak, halaman akan bertambah dan bukan cerpen lagi namanya. Buatlah awal paragraf yang telah menjelaskan kejadian yang dialami karakter saat ini. Konflik harus segera ada di halaman kedua dan klimaks di halaman ketiga. Kemudian penyelesaian di halam keempat dan di halaman kelima terserah padamu. Apakah diakhiri dengan happy ending atau dengan sad ending. Beberapa penulis membuatnya menggantung karena dari halaman awal hingga akhir tingkat ketegangan tidak juga menurun (ini juga boleh namun harus berhati-hati jika tidak pembacamu akan kecewa). Tidak perlu menggambarkan latar tempat, atau suasana sekitar terlalu jelas pada awal paragraf. Ingat ini cerpen dan bukan novel.

Kelimat teknik menulis paragraf pertama cerpen ini saya rasa bisa membantumu segera menulis cerpen. Artikel selanjutnya akan saya bahas aturan menulis cerpen dengan cepat sehingga bisa mengasah kemampuanmu untuk menulis dengan baik. Bisa jadi tulisanmu kedepan diterima penerbit atau kamu terbitkan sendiri dan disukai pembaca. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon