Minggu, 27 November 2016

Membuat Setting Tempat Fiksi dari Video

Tags

Membuat Setting Tempat Fiksi dari Video

Setting tempat cukup penting untuk menggambarkan sebuah cerita menjadi lebih menarik untuk dibaca. Setidaknya, semakin rinci penjelasan dan penggambaran dalam kata-kata sebuah cerita, semakin mudah untuk pembaca mengikuti jalan pikiran penulisnya. Hanya saja, banyak sekali setting tempat yang ternyata tidak ada di Indonesia. Beberapa novel dan cerpen terkenal karya anak bangsa nyatanya memiliki setting tempat di luar negeri. Pertanyaannya adalah apakah mereka benar-benar pernah pergi ke sana?

Jawabannya tentu ada dua yaitu pernah dan tidak pernah. Menjadi masalah akhirnya bagi penulis adalah menceritakan suasana tempat yang belum pernah mereka kunjungi. Kurangnya perbendaharaan kata juga menjadi akibatnya. Saya memiliki tips sederhana di majunya teknologi internet ini yaitu dengan menonton sebuah video tentang tempat-tempat diluar negeri yang telah diliput oleh para netizennya disana. Beberapa video tampak sangat kuat suasananya namun tidak jarang terkendala dengan bahasa yaitu Inggris atau bahasa lokal mereka.

Saya contohkan untuk penggambaran setting tempat di Jepang. Coba kalian cari di Youtube dengan judul, travelling to japan. Seorang blogger bernama Shu (saya juga tidak kenal) menceritakan suasana Jepang saat dirinya berkunjung ke sana. Videonya bisa kamu lihat dibawah ini.


Menarik karena kita bisa melihat suasana kota Tokyo dimana neon box terpampang menghiasi kanan kiri jalan. Lalu ada warna taksinya juga. Ada Shu di bandara dengan membawa kopi starbucks. Kemudian tempat makan di restoran yang bergaya tradisional Jepang, dan masih banyak lagi penggambaran yang bisa kamu jadikan inti ceritamu. Jadi cobalah mencari sebanyak mungkin video perjalanan atau travelling orang lain tentang negara lain.

Perlu diingat, penggambaran saja tidaklah cukup. Suasana juga penting. Seperti suhunya atau sedang musim apa. Lalu suasana orang-orang asli atau lokal yang ada di video tersebut. Kemudian penjelasan vloggernya tentang perasaannya, atau detail lainnya. Oleh karena itu video berbahasa Inggris masih bisa menjadi rujukan. Walau beberapa video berbahasa asli lokal malah bisa membuat kita yakin suasananya (karena memang orang asli) hanya saja kita tidak bisa berbahasa asing yang banyak itu. (Jepang memang populer, tapi saya juga tidak bisa banyak bahasa Jepang, jadi mau tidak mau). Ada lagi nih video yang diliput tentang berbagai pertanyaan orang Jepang terhadap suatu topik. Lihat videonya dibawah, dari AskJapanese Channel.


Banyak penulis melakukan kesalahan fatal tentang suasana ini yaitu tentang kondisi masyarakatnya dan karakter orang-orangnya. Cerita berupa novel atau cerpen yang memiliki setting tempat di Jepang haruslah tokoh utama berinteraksi dengan orang Jepangnya juga. Jadi bukan sekedar tempelan semata. Untuk itu channel seperti AskJapanese dan video yang kamu lihat barusan itu bisa menjadi satu indikator atau satu referensi tentang apa sih yang dipikirkan mereka terhadap suatu topik?

Video tersebut menanyakan tentang idealnya umur pernikahan di Jepang. Nah, dari dua video diatas, bisa nih, kamu buat sebuah cerita tentang romantis, cinta, yaitu seorang perempuan Indonesia yang jalan-jalan ke Jepang lalu malah bertemu seorang pria yang juga ingin tahu tentang Indonesia. Obrolan berlanjut hingga menanyakan umur idealnya di Indonesia menikah berapa. Nah, buat perbandingan, lihat cara mereka menjawab pertanyaan di video tersebut, seperti malu-malu kan, dan kurang ekspresif dibandingkan orang Indonesia saat menjawab pertanyaan seperti itu. Kita tidak bisa menggambarkan orang Jepang dengan prilaku orang Indonesia. Pembaca nanti akan tahu jika kita tidak pernah pergi ke Jepang atau tidak pernah riset sama sekali tentang Jepang.

Nah, semoga bermanfaat ya tutorial kali ini. Ayo cari video-video serupa tapi dari negara lain seperti negara di eropa misalnya atau russia dan timur tengah. Nantinya ceritamu bisa sangat berwarna walau hanya menggunakan topik yang sudah umum seperti percintaan, romantis, dan hal-hal serupa.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon