Minggu, 19 Februari 2017

Banyak Jalan Menuju Roma, Banyak Cara Agar Naskahmu Dibaca Mereka

Banyak Jalan Menuju Roma, Banyak Cara Agar Naskahmu Dibaca Oleh Mereka
Saat Lelah Menulis via unsplash.com

Siapa yang tidak mau sukses dalam menulis buku? Walau kamu juga tahu hal itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Karyamu terpajang cantik di rak-rak toko buku, dibaca jutaan penggemar, hingga jadi film layar lebar.

Saya tahu bercita-cita menjadi penulis best seller adalah impianmu juga. Membaca artikel ini berarti kamu sadar haus akan pengakuan kalau karyamu memang layak diterbitkan. Semangat luar biasamu itu bisa Saya rasakan sekarang. Tapi hati dan pikiranmu gundah bukan? Saat usiamu terus bertambah angkanya, tapi tak juga satu kayamu yang diterima. Saat puluhan karyamu tak mendapatkan respon berbulan-bulan hingga bertahun-tahun dari penerbit.

Lalu bagaimana? Apakah kamu akan menyerah begitu saja? Jika banyak jalan menuju Roma, banyak juga cara agar karyamu dibaca oleh banyak orang. Saya mencoba menjelaskan, cara termudah untukmu, agar karyamu tak terpendam sia-sia dan terabaikan begitu saja.

Pahami dulu daftar berikut, renungi, lalu menulislah lagi. Saya yakin kamu akan mengerti, mengapa saya menulis ini untukmu.

1. Menulis, Merevisi, dan Ditolak Itu Rasanya Luar Biasa.

Banyak Jalan Menuju Roma, Banyak Cara Agar Naskahmu Dibaca Oleh Mereka
Saat Karyamu Tidak Diterima via unsplash.com

Tergesa-gesa itu hal yang lumrah. Segera ingin karya, naskah, bukumu terpajang di rak-rak Gramedia juga merupakan dambaan setiap orang. Tapi butuh proses panjang hingga sampai kesana. Persaingan tidak pernah mudah. Setelah berhasil sampai di rak toko buku saja, karyamu masih harus bersaing dengan ratusan karya orang lain. Belum lagi harus bersaing dengan karya penulis luar negeri.

Menyenangkan jika kamu tahu rasanya ditolak. Berarti kamu sadar bahwa ada yang salah dengan naskahmu. Tidak perlu egois dan merasa benar sendiri. Karena penerbit punya penilaian khusus terhadap karya yang naik cetak. Perbaiki lagi, revisi lagi, kirim lagi. Begitu terus hingga kamu sadar kualitas tulisanmu akan terus membaik.

2. Indahnya Karyamu Terpajang Ditoko Buku, Sayang Baru Sebatas Angan

Banyak Jalan Menuju Roma, Banyak Cara Agar Naskahmu Dibaca Oleh Mereka
Indahnya Bukumu Terpajang Di sana via unsplash.com

Angan itu indah. Mimpi itu sempurna. Bukumu terpajang di rak Gramedia, lalu melihat seseorang mengambilnya. Saya pernah merasakan itu semua. Angan itu tidak akan pernah menjadi nyata jika kamu berhenti begitu saja. Rasa kecewa luar biasa akhirnya menjadi biasa. Berganti menjadi bahagia luar biasa saat kamu berhasil menembuh meja editor hingga sampai redaksi.

Tidak semua naskah bisa lolos cepat. Bahkan penulis terkenal pun akan mendapatkan perlakuan yang sama. Di penerbit, karyamu bukan sekedar dinilai bagus atau tidak. Tapi juga menjual atau tidak. Kenali karakter dari penerbit tujuanmu. Baca novel, buku, karya penulis yang mereka terbitkan. Semakin sering membaca terbitan mereka, semakin paham bagaimana menulis yang sesuai dengan selera mereka.

3. Kamu Sudah Melakukan Semuanya, Hingga Tak Mampu Mencari Letak Salahmu Dimana

Banyak Jalan Menuju Roma, Banyak Cara Agar Naskahmu Dibaca Oleh Mereka
Kecewa dan Bingung via unsplash.com

Saya juga pernah melaluinya. Tidak ada keadaan sempurna dalam hidup. Begitu juga menjadi seorang penulis. Bahkan jika sudah lolos meja editor, belum tentu lolos meja redaksi. Bahkan jika sudah lolos semua, belum tentu naik cetak. Bisa jadi desain cover bukumu ternyata menjiplak. Kamu sudah perbaiki salahmu, tapi selalu ada penghalang diluar kuasamu.

Kerja keras tidak pernah berbohong. Kegagalanmu akan terbayar cepat atau lambat. Tidak ada penerbit yang ideal. Jika penerbit yang kamu idam-idamkan menerbitkan karyamu ternyata tidak sesuai dengan harapanmu, segeralah pindah. Saya menulis tidak pernah setia di satu penerbit saja. Sudah 3 penerbit berbeda dan saya rasakan perbedaannya. Nikmati dan carilah terus penerbit yang mau menerbitkan karyamu.

4. Kenyataan Itu Pahit, Sadarkah Dirimu Tulisanmu Memang Belum Layak Diterima?

Banyak Jalan Menuju Roma, Banyak Cara Agar Naskahmu Dibaca Oleh Mereka
Saat Karyamu Nyatanya Belum Layak via unsplash.com

Bagaimana ini? Sudah hampir 10 penerbit dalam waktu 3 tahun tidak kunjung juga menerbitkan karyaku. Jika itu yang menjadi fakta hidupmu, cobalah kembali ke toko buku. Lihat judul-judul buku yang terpajang. Lihat rak best seller membahas seputar topik apa saja. Mungkin bukumu memang sulit dikelompokkan masuk dalam kategori apa.

Jika tidak, inilah cara terakhirmu untuk berjuang menjadi penulis.

5. Buka Pikiran dan Hatimu, Karyamu Masih Bisa Dibaca Oleh Penggemarmu

Banyak Jalan Menuju Roma, Banyak Cara Agar Naskahmu Dibaca Oleh Mereka
Menulislah Online via unsplash.com

Terbitkan mandiri. Kamu bisa mengontak nulisbuku.com. Jual mandiri. Memang ini pekerjaan berat. Namun harapanmu tidak akan padamkan? Masih merasa berat bekerja sendiri, terbitkan secara online. Sudah ada storial.co dan wattpad.com. Karyamu selalu mencari jalan keluar. Jika memang belum bisa menjadi penulis yang dibayar, biarkan orang lain secara objektif menilai karyamu.

Pengalaman, di storial, tulisan Saya dinilai oleh banyak penulis. Dikritik habis-habisan. Hingga sadar sebuah karya memang terus menerus harus berkembang lebih baik. Perbaiki dan perbaiki lagi. Jika kamu seorang penggemar novel Indonesia, kamu pasti tahu Aditya Yudhis. Karya Saya pernah diulas olehnya langsung di storial. Kaget dan bahagia, karena karya Saya nyatanya ada penggemarnya. Dan penggemar itu seorang penulis nasional.

Cara terakhir inilah termudah untukmu. Raih popularitas secara online. Banyak buku sekarang juga menerbitkan karya online. Gunakan wattpad atau storial. Jika kamu mau bisa gunakan blog. Apa pun caranya, jalan menuju Roma bukanlah kemustahilan. Karyamu tetap bisa dibaca dan dikagumi banyak orang. Coba resapi, menjadi penulis bukan hal mustahil bagimu kan?

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon