Selasa, 24 Oktober 2017

Tips Menulis Berawal Dari Premis Ala Raditya Dika

Tags

menulis keren itu gimana sih? via unsplash.com

Tips menulis cerita yang keren sudah banyak dijumpai dan diajarkan. Masalahnya banyak yang masih aja cari cara nulis sebuah cerita agar greget. Agar ceritanya sudah dibuat bisa tembus di koran, majalah sampai jadi buku. Atau setidaknya, sudah di posting di platform online, bisa dibaca banyak orang, diberi rating atau nilai yang tinggi dan juga dikomentari dan didiskusikan. Sebelum lanjut, apa metode menulis cerita yang kamu tahu?

Kalau saya yang paling sering ini sudah ada sejak sekolah. Yaitu 5 W + 1 H. Bahkan teori ini bisa diaplikasikan ke berbagai bentuk tulisan. Kecuali ya sastra murni ya, yang seperti puisi itu tidak pakai ini. Tapi cerita pendek, novel, sampai cara menulis artikel, bisa pakai ini. 5 W itu apa saja? What, why, when, who, dan where. Sedangkan 1 H itu apa? How. Teori ini bisa membantumu paling tidak, memberi ancang-ancang agar tidak ngeblank saat nulis. Bingung idenya, bingung jalan ceritanya, sampai bingung karakternya harus seperti apa.

Tapi itu metode umum kan? Benar. Ada metode khusus yang bisa kamu pelajari langsung dari bang Raditya Dika. Cek videonya dibawah ya.

Kenali Premis Untuk Menciptakan Cerita yang Keren


Sudah nonton? Tonton dulu ya, disana dijelasin tidak khusus untuk cara menulis standUp comedy dan juga naskah film. Tapi juga untuk cerita apa saja. Coba cek ya di menit ke 3:37, Radit menjelaskan apa itu premis atau logline.

Premis itu merangkum seluruh isi dari cerita, baik novel, cerpen, atau naskah film, menjadi satu kalimat saja. Dengan konsep seperti berikut,

"Karakter + Tujuan + Halangan"

Kenapa? Ini salah satu cara agar kita gak ngeblank ditengah jalan. Bang Radit juga menjelaskan kalau teori ini bisa digunakan bahkan sampai jadi satu novel dengan halaman ratusan atau cuma jadi cerita yang cuma sepuluh halaman saja. Lebih jelasnya lagi, tiga bagian tersebut akan menjadi tiga babak yaitu seperti ini,

  • Babak 1 = Karakternya sangat ingin
  • Babak 2 = Usahanya
  • Babak 3 = Bisa atau tidak, tercapai atau tidak
Ternyata, gunanya premis ini agar kita tahu cerita yang akan kita buat nanti baik atau tidak. Jadi wajib dan mutlak satu kalimat mencangkup apa sih menariknya cerita itu? Buat premis susah gak? Harus bisa karena kalau kita menulis langsung, menurut insting, dipastikan nanti setelah halaman ke tujuh misalnya dari 9 halaman macet. Atau sudah halaman ke 30, eh, mentok idenya.

Contoh Premis Seperti Apa Ya?


  • Seorang kuntilanak, sangat ingin naik haji, namun gak bisa datang ke travel. (ini premis contoh dari video bang Radit. Masalahnya apa? Masalahnya gimana caranya kuntilanak tersebut meyakinkan orang travel itu kalau dia masih hidup. Nah, terjadilah konflik, adegan. Bahkan nanti ceritanya mau menjadi horor, komedi, bisa karen premis ini).
  • Seorang laki-laki dewasa yang usianya mendekati 30 tahun sangat ingin bekerja, namun satu-satunya pekerjaan yang datang kepadanya adalah menjadi pengirim barang-barang kriminal karena dia sama sekali tidak pernah sekolah. (nah, ini juga bisa, karakter ingin apa, dia telah berusaha seperti apa, lalu, halangannya dari jenis pekerjaannya).
  • Terakhir ya, seorang remaja cewek ingin sekali hidup melewati masa SMAnya dengan tenang, namun suatu hari badannya berubah menjadi cowok. (premisnya menarik loh, ini pernah dan sering diangkat dalam webtoon dan komik Jepang. Karakternya sudah mendapatkan hidup yang normal, tiba-tiba dia berubah menjadi cowok, padahal dia tahu dia cewek, masalahnya ada, halangannya ada, lalu usahanya apa agar dia berhasil meyakinkan teman-temannya bahwa dia itu cowok).
Menarik ya? Ide bisa jadi lebih segar, lebih liar. Intinya premis adalah untuk membuat ide cerita itu jadi lebih kuat, lebih terjual, lebih disukai nantinya telah jadi sebuah cerita.

Adakah premis yang tidak menarik? Banyak. Contohnya begini, seorang remaja cowok bangun pagi dihari minggu ingin makan nasi goreng buatan sang kakak tapi piringnya tidak ada yang bersih. Ini premis standar dan datar. Bisa saja diberi sentuhan komedi atau horor atau apa pun tapi karena terlalu standar dan sering kita temui, kita jadi tidak berminat untuk meneruskan membaca. Karena apa?

Keinginan karakternya itu terlalu sederhana. Kedua, halangan yang juga terlalu sederhana. Ketiga, penyelesaian masalahnya yang juga bisa lebih cepat ditebak. Jadi sekali lagi sebagai penulis, saya pun cukup banyak membuat premis sebagai ide-ide penulis. Tapi tidak semua premis itu harus jadi sebuah tulisan.

Tapi untuk kamu yang belum pernah menulis sama sekali, coba saja buat sebanyaknya premis, dan buat sebanyaknya jadi cerita. Terserah mau jadi cerpen, novel, konten youtube atau apa pun itu, mulailah dari premis. Nanti saya buatkan juga cerita tentang cara menguji premis kita itu bagus, menarik atau tidak sama sekali secara online di artikel berikutnya ya.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon